pitch deck startup

Pitch Deck Startup Bagus Memikat Investor untuk Memberi Modal

pitch deck startup

Pitch deck startup adalah presentasi singkat yang berisi berbagai macam hal dengan tujuan utama meyakinkan investor untuk memberi pendanaan untuk bisnis kamu. Lantas, apa saja materi yang ada di dalam pitch tersebut?

Ada banyak contoh pitch deck yang dapat kamu sesuaikan dengan arah gerak bisnis. Termasuk template pitch yang menarik, profesional, dan memberi ruang untuk informasi terbaik. Faktanya, sekitar 30% startup gagal berkembang lantaran kekurangan modal dalam produksinya.

Maka dari itulah, mendapat investasi menjadi salah satu solusinya. Untuk bisa mendapatkannya, kamu akan melakukan presentasi terkait hal-hal penting tentang perusahaan. Antara lain: arah gerak usaha, apakah produk konsumen butuhkan atau tidak, rencana dan peluang bisnis, dan informasi lain yang berkaitan dengan usaha kamu.

Menyusun Materi Pitch Deck Startup yang Tepat

Umumnya, dalam sebuah presentasi banyak pengusaha yang sukses meyakinkan investor karena menggunakan rumus 10/20/30. Angka tersebut sebagai jembatan keledai untuk mengingat bahwa 10 mewakili jumlah slide, 20 mewakili waktu presentasi, dan 30 mewakili ukuran font.

Untuk membuat pitch deck startup sebenarnya bisa menggunakan aplikasi Windows sederhana seperti Power Point. Pastikan juga melakukan editing, menambahkan informasi visual (infografik), hingga menyesuaikan ukuran dengan masing-masing proyektor.

Setelah semua hal teknis selesai, selanjutnya mengisi materinya. Beberapa hal yang sebaiknya ada dalam materi pitch deck antara lain: tentang startup, fenomena, solusi (produk sebagai solusi), peluang, kompetisi, tim, hingga rencana A dan B.

Supaya lebih mudah ketika presentasi, kamu bisa menyusun berbagai macam informasi tersebut ke dalam infografik. Misalnya diagram lingkaran, diagram batang, atau diagram garis.

Hal Penting dalam Membuat Pitch Deck Startup

Berbicara mengenai presentasi, kamu yang pernah menempuh perguruan tinggi tentu saja tidak asing dengan hal tersebut. Bahkan setiap mata kuliah umumnya membutuhkan presentasi, dari sinilah kamu sudah belajar menjadi pemateri yang benar-benar menguasai pembahasan.

1. Menghilangkan Gambar Dekoratif Berlebihan

Mungkin kamu berpikir bahwa pitch deck startup yang punya banyak gambar dekoratif di tiap slide itu baik. Justru kenyataannya sebaliknya, berbagai macam contoh pitch deck dari perusahaan raksasa Dropbox, Linkedin, hingga Uber tidak ada gambar dekoratifnya.

2. Sesuai Ketentuan Penulisan yang Profesional

Hal yang sangat simpel namun ternyata penting guna memberi tahu kepada investor bahwa kamu punya tim profesional. Contoh yang sering keliru, penulisan judul, awalan dan kata depan, dan penggunaan tanda baca.

3. Hindari Terlalu Banyak Teks dalam Slide

Presentasi sebagai alat untuk membantu kamu mengingat apa saja yang akan disampaikan. Begitu pula di dalam mempresentasikan sebuah pitch deck, kamu harus menguasai materinya alih-alih membaca slide yang muncul di layar proyektor.

4. Gunakan Jenis Huruf yang Mudah Dibaca

Perkirakan dengan tepat berapa jarak antara layar proyektor dengan investor berada. Apakah pada jarak tersebut jenis huruf ini sesuai? Apakah pada jarak tersebut ukuran ini bisa terlihat?

5. Hanya Modal Pitch Deck?

Hal lain yang penting kamu perhatikan dalam mempresentasikan pitch deck adalah membawa dokumen pendukung. Proyektor hanya sebagai perantara, fokus investor tetap padamu sebagai pembicara. Siapkan juga dokumen seperti rincian rencana usaha, dokumentasi, hasil riset pasar, dan sebagainya.

Itulah beberapa pengenalan mengenai pitch deck startup dan contohnya yang sebaiknya kamu pahami dari sekarang. Kemampuan public speaking juga sangat penting guna mendukung memikat keyakinan investor untuk menanamkan modal ke usaha kamu.

pivot

Pivot Bisnis Startup dan Cara Menerapkan untuk UMKM

pivot

Melakukan pivot bisnis startup sangat mungkin untuk pengusaha lakukan guna meraih kesuksesan dan pencapaian baru dalam sebuah perusahaan. Lantas apa itu pivot dalam bisnis dan bagaimana cara untuk menerapkannya terutama untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)? Pada artikel ini kami akan mengulas tentang pivot untuk kamu.

Pengertian Pivot Bisnis Startup

Pivot dalam bisnis adalah sebuah tindakan berupa perubahan rencana dan strategi perusahaan yang mengarah pada posisi lebih menguntungkan. Sudah banyak contoh pivot bisnis dari startup yang nyaris gulung tikar, kemudian berubah menjadi sukses dan berkembang sampai dengan sekarang.

Untuk mengetahui lebih jauh, perubahan yang kami maksud di sini bukan mengarahkan kamu untuk mengubah secara keseluruhan bisnis dan arah geraknya. Melainkan perubahan yang paling penting dan vital, baik dalam ranah produksi, transportasi, maupun perencanaan dalam marketingnya.

Pada intinya, pivot umumnya hanya mengubah aspek-aspek tertentu yang memang harus perusahaan ubah. Sebagai contoh, sebuah UMKM mempunyai produk makanan rumahan yang luar biasa, namun sayangnya terkendala karena tidak ada yang mengenalnya.

Dalam kasus ini, kamu sebagai pemilik UMKM tersebut bisa mengubah metode pemasaran, misalnya dengan memanfaatkan teknologi untuk digital marketing. Selain produk lebih masyarakat kenal, juga bisa mendapat pemasukan dari monetisasi media sosial.

Melakukan pivoting seringkali startup maupun UMKM lakukan di awal-awal membuka usahanya. Fase awal dengan perubahan menjadikan mereka menemukan cara terbaik untuk tujuan tertentu, seperti penjualan atau branding yang lebih baik.

Lakukan Pivot Bisnis Startup Jika Mengalami Hambatan

Melakukan pivoting harus memperhatikan berbagai hal yang berkaitan dengan penentuan keputusan dari pemilik usaha. Pasalnya, pivoting tersebut mustahil kamu lakukan ketika waktunya sudah benar-benar terlambat, seperti perusahaan sudah bangkrut.

Pivot bisnis adalah hal yang umum untuk fase-fase awal, berikut ini beberapa hambatan yang membuat sebuah bisnis melakukan pivoting.

1. Mengalami Stagnan atau Kemandekan Perkembangan Bisnis

Perusahaan maupun UMKM bisa melakukan perubahan strategi atau rencana dengan pivoting ketika mengalami kemandekan dalam perkembangan bisnis. Stagnan dalam waktu lama, justru bisa berakibat pada hal yang jauh lebih buruk. Maka segera ubah dengan pivot strategy bagaimana agar bisnis terus berjalan dan berkembang.

2. Produk Final Bukan yang Pasar Butuhkan

Memberikan apa yang pasar butuhkan adalah hal yang sangat penting. Ketika kamu sebagai pemilik bisnis menyadari bahwa produk final perusahaan bukan produk yang pasar butuhkan, kamu dapat melakukan pivot.

3. Masalah Internal dalam Tim Bisnis

Hambatan lain untuk melakukan pivot startup adalah karena masalah atau isu internal di dalam tim. Ketika tujuan antar tim sudah berbeda dengan tujuan perusahaan, bisa berakibat pada perpecahan yang cukup fatal. Kamu bisa mulai dengan pendekatan yang tepat untuk membangun semangat antar tim supaya dapat bekerja sama.

4. Berganti Produk Unggulan

Setiap perusahaan atau UMKM umumnya punya produk barang atau jasa yang mereka unggulkan. Ketika berada di situasi reposition product, kamu bisa memilih antara mempertahankan produk yang lama atau menghilangkannya untuk fokus ke produk baru.

Saat produk baru berbeda dengan produk lama, inilah pivot bisnis startup dapat kamu jalankan. Mulai dari merombak strategi, rencana, dan metode pemasaran yang lebih tepat. Kamu sudah punya pengalaman yang cukup dari produk sebelumnya, jadi seharusnya hal ini tidak akan menjadi masalah yang besar.

Perhatikan bahwa tidak selamanya pivot bisnis startup dibutuhkan. Hanya pada di situasi atau kondisi tertentu yang memang membutuhkan perubahan guna mencapai tujuan perusahaan.