
Metode Lean Startup menjadi wajib kamu butuhkan jika menginginkan pencapaian untuk usaha dengan meminimalisir sumber daya. Sebuah startup baru harus inovatif, kreatif, serta punya semangat guna meraih pencapaian tertentu. Sumber daya yang terbatas sering menjadi penghambat untuk berkembang, oleh karena itulah kamu butuh metode yang tepat dalam mengembangkan usaha.
Lantas, apakah bisa sebuah metode langsung bisa menyelesaikan masalah sumber daya? Jika bisa, bukankah seharusnya tidak ada startup yang gagal? Serta bagaimana untuk memaksimalkan metode ini dalam penerapan yang nyata?
Guna menjawab pertanyaan tersebut, berikut kami sampaikan informasi mengenai apa saja hal yang sebaiknya kamu tahu tentang metode ini.
Pendekatan Metode Lean Startup untuk Berkembang
Lean Startup adalah sebuah metode yang mana menggunakan pendekatan yang berfokus pada apa yang dibutuhkan oleh konsumen, bahkan secara lebih radikal, bukan bermakna apa yang ingin kamu jual.
Contoh Lean Startup pada sebuah bisnis jualan online yang menggunakan pendekatan dalam metode ini (prototipe dan Minimum Viable Product). Artinya, usaha online kamu merancang produk sebagai produk uji kepada tujuan market konsumen yang kamu sasar. Pada hal ini, produk uji belum kamu produksi secara besar-besaran.
Tentunya kamu akan mendapat feedback dari konsumen yang mungkin saja berisi kritik dan saran. Masukan-masukan itulah sebagai sarana dan bahan untuk mengembangkan produk uji supaya lebih tepat sasaran mengarah pada apa yang konsumen butuhkan.
Melakukan uji produk secara mendalam sampai benar-benar sesuai atau setidaknya mendekati dengan kebutuhan konsumen. Selanjutnya tinggal meningkatkan jumlah produksinya.
Maka dari itulah, Metode Lean Startup sering orang sebut sebagai cara mengembangkan usaha dengan cepat dan minim sumber daya. Kamu menggunakan strategi yang tepat, maka usaha atau bisnis yang kamu lempar ke publik kemungkinan besar laris dan berkembang.
Tujuan Metode Lean Startup
Berdasarkan beberapa penjelasan di atas, kiranya sudah cukup jelas apa saja tujuan Lean Startup Methodology. Beberapa di antaranya meliputi:
1. Mengurangi penggunaan sumber daya di awal, sebab yang kamu butuhkan dalam pendekatan ke kebutuhan konsumen adalah produk uji.
2. Mengurangi risiko kegagalan yang mengakibatkan kerugian fatal.
3. Mendapat perkembangan startup dan proses produksi yang meningkat dalam waktu singkat.
4. Hasil produk jadi lebih konsumen sukai, karena memang produk tersebut yang mereka butuhkan.
5. Melakukan inovasi yang kreatif sesuai dengan minat target pasar.
Lean Startup ternyata dapat kamu terapkan untuk segala jenis bidang usaha/bisnis, baik itu bisnis yang menawarkan produk maupun jasa. Karena fokus dalam metode ini guna tetap menjaga kepuasan konsumen atau target pasar kamu dengan memberi apa yang mereka butuhkan.
Fase Metode Lean Startup
Metode ini mulai masyarakat kenal sejak 2008 ketika Eric Ries (seorang pengusaha, penulis, sekaligus blogger kelahiran 1978) mengalami beberapa kali kegagalan ketika memulai bisnisnya. Setiap kegagalan menghabiskan banyak sumber daya (termasuk modal) jika menggunakan metode konvensional.
Maka dari itulah, menggunakan produk uji guna melihat kebutuhan konsumen yang sangat dinamis di pasaran sangat penting. Untuk menerapkannya, ada fase dalam Lean Startup yang meliputi membangun (build), mengukur (measure), dan mempelajari (learn).
Mulai dari membangun produk uji (MVP), memperhatikan feedback atau masukan dari konsumen, hingga menentukan langkah apa yang akan kamu ambil. Itulah beberapa hal tentang Metode Lean Startup yang dapat meningkatkan perkembangan usaha secara singkat tanpa kehilangan banyak sumber daya.

Add a Comment